Perbedaan Sauna Tradisional, Sauna Uap, dan Sauna Infrared

Sauna kini menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang semakin digemari. Namun, banyak orang belum mengetahui bahwa sauna ternyata memiliki beberapa jenis, yaitu sauna tradisional (dry sauna), sauna uap (steam sauna), dan sauna infrared.
Masing-masing memiliki sistem kerja, tingkat kelembapan, serta sensasi panas yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar Anda dapat memilih jenis sauna yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda.

 


 

 1. Sauna Tradisional (Dry Sauna)

Sauna tradisional merupakan jenis sauna paling klasik dan paling dikenal di seluruh dunia. Jenis ini menggunakan pemanas batu (heater sauna) yang memanaskan ruangan dengan suhu tinggi, biasanya antara 70°C hingga 100°C, dengan kelembapan rendah (sekitar 10–20%).

Cara kerjanya:
Batu sauna dipanaskan oleh pemanas listrik atau kayu bakar. Ketika air dituangkan ke atas batu panas, akan muncul uap ringan yang membantu meningkatkan kelembapan sesaat dan memberi sensasi “panas kering” yang menenangkan.

Ciri khas & keunggulan:

· Memberikan sensasi panas mendalam yang merangsang keluarnya keringat dengan cepat.

· Cocok untuk yang menyukai sensasi sauna ala Finlandia klasik.

· Baik untuk melancarkan sirkulasi darah, membantu detoksifikasi, dan relaksasi otot.

· Tidak membutuhkan sistem pipa air khusus seperti sauna uap.

Kelemahan:

· Suhu panasnya mungkin terasa terlalu ekstrem bagi pengguna pemula.

· Perlu perawatan rutin pada batu dan pemanas agar efisien.

 


 

 

 

2. Sauna Uap (Steam Sauna / Steam Room)

Sauna uap, atau sering disebut steam room, berbeda dari sauna tradisional karena menggunakan uap air panas untuk menciptakan suhu hangat dengan kelembapan sangat tinggi — hampir 100% kelembapan dengan suhu antara 40°C hingga 50°C.

Cara kerjanya:
Air dipanaskan oleh generator uap, lalu uap panas tersebut dialirkan ke ruangan tertutup, menciptakan suasana lembap seperti kabut hangat.

Ciri khas & keunggulan:

· Sensasi lembap yang menenangkan, cocok untuk melembapkan kulit dan membuka pori-pori.

· Baik untuk pernapasan dan membantu meredakan hidung tersumbat.

· Suhu lebih rendah daripada sauna kering, sehingga terasa lebih ringan bagi pemula.

· Umumnya menggunakan material seperti keramik atau kaca agar tahan kelembapan.

Kelemahan:

· Membutuhkan perawatan ekstra untuk mencegah jamur dan lumut karena kelembapan tinggi.

· Instalasi lebih rumit karena perlu pipa dan generator uap.

 


 

3. Sauna Infrared

Sauna infrared merupakan inovasi modern dari sauna tradisional. Alih-alih memanaskan udara di dalam ruangan, sauna infrared menggunakan gelombang cahaya inframerah untuk memanaskan tubuh secara langsung, bukan udara di sekitarnya.

Cara kerjanya:
Lampu atau panel pemancar infrared memancarkan energi panas yang diserap langsung oleh kulit dan jaringan tubuh, biasanya dengan suhu lebih rendah (sekitar 45°C–60°C) tetapi tetap menghasilkan keringat yang melimpah.

Ciri khas & keunggulan:

· Panas terasa lebih lembut namun menembus lebih dalam ke tubuh.

· Konsumsi listrik lebih hemat dibanding sauna tradisional.

· Tidak memerlukan waktu lama untuk pemanasan ruangan.

· Cocok untuk ruang terbatas karena desainnya lebih ringkas dan modern.

· Baik untuk mengurangi ketegangan otot, memperbaiki metabolisme, dan meningkatkan kesehatan kulit.

Kelemahan:

· Tidak memberikan sensasi “uap dan aroma kayu alami” seperti sauna tradisional.

· Perlu perawatan dan pengecekan sistem infrared agar tetap optimal.

 


 

Pemilihan jenis sauna sebaiknya disesuaikan dengan tujuan penggunaan, kenyamanan, dan lokasi pemasangan.

Jenis Sauna

Suhu

Kelembapan

Sensasi

Keunggulan Utama

Cocok Untuk

Tradisional (Dry)

70–100°C

10–20%

Panas kering, intens

Detoks & relaksasi otot

Pecinta sauna klasik

Uap (Steam Room)

40–50°C

100%

Hangat lembap

Baik untuk kulit & pernapasan

Pemula & spa hotel

Infrared

45–60°C

Rendah

Panas lembut langsung ke tubuh

Efisien & modern

Rumah pribadi & ruangan kecil